Tips Dasar Design Grafis

Bagi  desainer grafis ataupun calon desainer grafis, kemampuan dalam menggunakan perangkat lunak grafis seperti CorelDraw, Adobe PageMaker, Adobe Photoshop dan lain sebagainya tidaklah cukup.

Ruang lingkup desain grafis cukup luas, ekpresi jiwa mungkin akan menambah khasanah desain grafis. Tulisan ini tidak lah cukup dalam mengintepretsaikan desain grafis yang memang begitu luasnya. Kami berharap tulisan ini bisa membantu para pemula untuk mempelajari dunia desain grafis. Selamat bergabung di dunia yang penuh kreasi dan inovasi ini.

Produk teknologi seperti ini sejatinya hanyalah alat pendukung pekerjaan desain, yang kalau bukan jiwa kreatif kita yang menggerakkannya, hasilnya juga tidak seperti yang diharapkan.

Banyak sekali orang-orang menyebut dirinya desainer grafis dengan hanya mengandalkan pengetahuan penggunaan perangkat lunak komputer grafis, tetapi tidak mengasah dan menambah wawasannya dengan membaca teori seni dan desain serta ilmu komunikasi.

Desain Grafis adalah bidang yang dinamis, selalu berubah dengan cepat baik secara teknis maupun kreatif. Kita tidak bisa stagnan dalam satu posisi sementara dunia luar telah berubah pada sisi yang lain. Mau tak mau kita harus meningkatkan kemampuan sebagai desainer grafis, keluar dari kotak dan menemukan hal-hal baru agar mampu bersaing dengan mengandalkan kemampuan kita.

Anda yang harus mendidik diri sendiri menjadi lebih berkembang.  Jangan takut ‘melanggar’ karena tidak ada pakem nyata dalam Desain grafis Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkembangkan kreativitas dalam diri agar tidak ketinggalan jaman dan mampu mengikuti perkembangan desain grafis yang selalu berubah dari waktu ke waktu.

Mengapa? Sebab seni berperan dalam hal keteraturan dan keindahan dalam mendesain media publikasi. Sedangkan ilmu komunikasi berperan dalam memahami posisi desainer grafis sebagai komunikator yang sedang menyusun pesan yang hendak dibaca oleh komunikan (si penerima pesan). Yang kami lihat banyak orang mengoleksi buku-buku komputer grafis ketimbang buku tentang teori estetika, teori desain atau ilmu komunikasi. Walaupun sesungguhnya kita tanpa sadar memang menerapkannya.

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui apa itu desain grafis.

Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri”. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.

Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.

Menurut Michael Kroeger, visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).

Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.

Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.

Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:

  1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
  2. Web Desain: desain untuk halaman web.
  3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
  4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
  5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

Apa saja hasil karya desain grafis bisa dilihat pada halaman berikut.

Setelah mengetahui apa saja hasil karya desain grafis dan begitu pula arti desain grafis, saatnya kita akan memahas apa saja yang harus dikuasai pertama kali oleh seorang desainer grafis.

1. Nirmana

Nirmana adalah ilmu yang mempelajari tentang elemen-elemen desain grafis beserta prinsip-prinsip desain grafis. Didalamnya kita akan mempelajari tentang garis, bentuk, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya.

2. Typografi

Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.

3. Pewarnaan

Pewarnaan penting bagi pencitraan hasil karya desin grafis, karena dengan warna seseorangan akan memahami estetika dari gambar yang kita buat. Warna masuk dalam ilmu nirmana tetapi sebegitu pentingnya sehingga pewarnaan saya buat point tersendiri.

4. Software

Software adalah pendukung dari apa yang bisa Anda hasilkan, dilihat dari bidangnya software desain terbagi menjadi dua sofware pengolah grafis 2 dimensi dan pengolah grafis tiga dimensi. Menurut medianya terbagi menjadi tiga, yaitu media cetak, digital dan multimedia.

5. Scetch

Lebih mudah dinamai dengan menggambar dengan tangan. Kemampuan menggambar tidak begitu mempengaruhi hasil karya Anda dalam bidang desain grafis, namun orisinalitas dalam menggambar manual akan sangat terasa dan efeknya adalah memudahkan Anda dalam mengolah karya desain menggunakan software.

6. Kemampuan umum

Kemampuan umum ini adalah kemampuan tambahan yang membantu dalam proses membuat sebuah karya grafis. Kemampuan umum dalam bidang grafis seperti pengetahuan tentang website ( website grafis seperti flickr, deviantart dsb, website ecommerce untuk menjual karya desain dsb )

Pilar keilmuan yang wajib dimiliki oleh seorang desainer grafis.

  1. Wawasan Teknologi
  2. Wawasan Sains
  3. Wawasan Seni
  4. Wawasan Sosial dan Budaya
  5. Wawasan Filsafat dan Etika

 

Menjadi Kolektor

Image

Banyak hal yang menarik disekitar kita. Ketika menemukan desain yang menarik dan menginspirasi, simpan itu. Baik itu gambar-gambar dari internet, poster, majalah, tabloid dll.  Simpan dengan rapi dan tertata sehingga bisa dengan mudah diakses kapan saja.  Jika Anda menyimpan file-file dari internet, manajemen folder sangat penting diperhatikan.  Beri nama dengan jelas pada setiap folder masing-masing hal. Misalnya poster, brosur, manipulasi gambar dll.

 

Membeli Buku

Image

Koleksi buku sebanyak-banyaknya.  Buku tidak akan busuk meskipun disimpan dalam waktu lama.  Sisihkan uang jajan, dan buat target untuk membeli buku 1 dalam sebulan misalnya. Cari buku-buku yang menginspirasi, baik itu majalah maupun buku karya para master dibidangnya.  Tidak rugi jalan-jalan sebulan sekali ke Gramedia misalnya.  Selain penyegaran mata, siapa tau menemukan buku baru yang menari untuk dikoleksi.

Membaca Blog Desain

Image

Internet adalah dunia yang tak terbatas. Hal apapun bisa kamu temuka di internet.  Cari blog-blog yang mengupas tentang desain grafis untuk menemukan inspirasi baru dan tahu perkembangan desain grafis. Jika kebingungan, cukup ketik keyword di Google dan kamu akan dibawa menjelajahi dunia tanpa batas.  Jangan lupa mem-bookmark website atau blog yang menarik dan menginspirasi.

 Membuat Blog Desain

Dulu saya membuat blog desain karena berfikir untuk mendokumentasi apa yang saya tahu dan temukan.  Ketika kamu mempunyai blog, pasti akan merangsang diri lebih aktif, baik itu aktif menulis maupun berselancar mencari hal baru.  Keuntungannya, kamu akan mempunyai dokumen pribadi, selain itu kamu bisa berinteraksi dengan banyak orang melalui blog.

Bergabung dan Aktif di Komunitas Desain

Komunitas bisa menjadi sumber inspirasi yang luar biasa.  Apalagi jika kamu seorang freelancer.  Anda tentu butuh obrolan, kritik dan sharing. Tidak hanya mengimprovisasi diri tetapi akan dengan cepat mengikuti perkembangan sehingga akan meningkatkan kemampuan sebagai desainer grafis.  Cobalah bergabung dengan komunitas desain di Kaskus, atau bergabung dengan banyak group di Facebook yang bertebaran. Jika kamu aktif di Twitter, tak ada salahnya kamu follow para master dibidang desain grafis.

 Mengambil Banyak Foto

Image

Sebagai manusia, apalagi yang masih muda tentu suka jalan-jalan. Kemanapun, baik itu rekreasi, nongkrong, ke kafe, ke mall, ngopi bareng temen dll. Tanpa kita sadari banyak hal yang menarik disekitar kita. Ketika menemukan suatu yang menarik, kenapa tidak kita jepret sebagai dokumentasi.  Handphone jaman sekarang sudah dibenamkan kamera yang bagus-bagus, meskipun jika pake kamera digital akan lebih baik

Membuat Proyek Palsu

Palsu disini bukan dalam arti negatif.  Ketika kamu sedang banyak waktu luang, cobalah membuat sebuah proyek yang ditentukan sendiri.  Pilih satu nama perusahaan lalu kerjakan proyeknya mulai dari logo, stationery sampai hal desatil jika perlu semisal brosur, poster, website dll.  Tidak ada keterbatasan disini, jadi berkreasilah seluas mungkin, out of the box.  Tidak ada klien beneran yang mengintimidasi dan mendikte, so kamu bisa berkreasi seliar mungkin.

Redesain Karya Orang Lain

Kegiatan ini ini bisa memicu kemampuan pro aktif.  Suatu kali kamu menemukan sebuah desain lalu muncul ide baru dari desain yang kamu lihat, cobalah mendesain ulang.  Jika membuatnya menjadi lebih baik, maka kamu telah berhasil melawan keterbatasan pikiran,

Redesain Karya Sendiri

Buka file lama pekerjaan kamu. Ketika muncul pemikiran baru yang belum terlintas saat mendesain pada waktu itu, coba bongkar ulang dan bkin desain baru.  Ini akan meningkatkan kemampuanmu.

Perbanyak Teman Desainer Grafis

Image

Banyak teman itu tidak rugi.  Apalagi teman yang lebih berbakat dan banyak pengalaman daripada kita. Kita bisa sharing, bertanya bahkan tau tips trik tertentu yang mungkin tidak bisa ditemukan ditempat lain.

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *