Yang Harus Diperhatikan Ketika Menjadi Seorang Master of Ceremony

Setiap orang punya profesi. Banyak yang sudah menjalani profesinya bertahun-tahun, belasan bahkan puluhan tahun. Wajar saja sih kalau merasa bosan. Setiap hari menjalani hal yang sama, mulai yang sama, akhir ygan sama, bahkan mungkin hasil yang sama.

Tapi pernah terbayang tidak, sesungguhnya profesi yang mungkin membuat anda bosan adalah profesi yang menjadi idaman banyak orang. Kebanyakan dari mereka sedang berjuang untuk menjadi salah satu diantara orang-orang di industri itu. Setiap hari mereka melihat profesi itu sebagai profesi idaman dan hebatnya mereka punya fighting spirit yang besar untuk mendapatkan pengakuan agar bisa berada di industri itu.

Menurut kami salah satu cara untuk menghilangkan kebosanan dalam menjalani profesi anda adalah dengan cara berbagi pengalaman. Dengan berbagi pengalaman anda akan lebih apresiatif terhadap apa yang sudah dijalani selama ini. Melihat orang yang setiap hari bermimpi menjadi anda, ingin menjalani kerjaan, mau mendapatkan standar hidup dan yang terpenting menjalani pengalaman profesi seperti yang sudah anda dapatkan.  Salah satu profesi itu adalah Master of Ceremony (MC).

In Suit

Kami ingin berbagi apa yang harus diperhatikan ketika menjadi seorang MC.

1. MC, Master of Ceremony, namanya juga Master, harus menguasai total acara yang dibawakannya, lebih dari orang lain.

2. MC itu kapten acara, dia tahu strategi yang terbaik, menaklukan crowd, bawa acara tersebut menjadi sukses sesuai harapan.

3. MC adalah profesi yang menjanjikan, secanggih-canggihnya teknologi, perubahan-perubahan plan saat event belum bisa dihandle teknologi, MC selalu dibutuhkan.

4. MC itu never-ending learning. Harus selalu merasa kosong hingga akan belajar semua hal baru sesuai dengan acara yang dibawakan.

5. MC itu banyak tahu. Selalu eksplorasi, riset, browse, byk tanya, belajar hal baru setiap saat, kalau tidak suka hal-hal tersebut, susah jadi MC.

6. MC itu perpanjangan tangan dari perusahaan atau klien. Harus paham objective dan tingkat keberhasilan(KPI) sebuah acara.

MC Galaxy Note2

7. MC itu refleksi dari acara tersebut. Acara elegant dibawakan oleh MC yang elegant. Bentuklah karakter, personal branding dan image yang pas

8. MC itu cabang dari Public Speaking. Tak ada ilmu yang baku selain, bergaul, sosialisasi, tampil di muka umum, being a bit dominant.

9. MC itu selalu eager atau antusias untuk tampil dalam tiap kesempatan. Nyanyi di muka umum, orasi, mimpin arisan.

10. MC tidak bicara panjang. Orang punya attention-span yg kecil. Makin lama makin tak idengarkan. MC bicara impactful words. 

11. MC itu karakter. Sikap, penampilan, interest, gaya penyampaiannya menentukan acara yang akan dibawakan. Silahkan jadi diri sendiri.

12. MC haurs menguasai bahasa verbal dan non-verbal. Dua-duanya kirim pesan secara efektif. Learn acting!

13. MC harus bisa atasi gugup dan tampil percaya diri. Bagaimana orang yakin akan acara kalau MC-nya tidak terlihat meyakinkan. Kuncinya persiapan 3x.

14. MC harus keren tampilan luar. You feel good when you look good. Sumber pede ke-2 setelah persiapan. Dari situ juga ketidakpedean.

15. MC itu salesman. Pantang menyerah, tidak mudah sakit hati ketika direspon tidak baik, bantu perusahaan capai tujuan supay a berhasil.

Tentang Percaya Diri

Percaya diri bkn sebuah talenta khusus yang dimiliki oleh public speaker. Percaya diri itu reward dari persiapan matang. Percaya diri seperti mengasah pisau, makin diasah makin tajam, makin yakin untuk melakukan. Org yang percaya diri itu hasil asahan.

Dale Carnegie tentang percaya diri :

1. Mulailah dgn keinginan yg menggebu2.

2. Kuasai Topik

3. Latihan (3x sebut) #MC

Semoga bermanfaat dan memotivasi!

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *