Tips Melakukan Persiapan untuk MC

Terakhir kita ngobrol tentang fakta-fakta mendasar tentang MC. Sekarang mau share sedikit tentang persiapan sebelum naik ke panggung.

Sebenarnya tiap MC punya grip sendiri sih bagaimana dia mempersiapkan diri-nya sebelum tampil, caranya beda-beda, tapi yang terpenting kan hasil-nya sama, to be a better MC. Nah, sebelumnya skita tentuin dulu deh definisi “Better MC” yg dimau seperti apa, apa sekedar acara selesai, atau sekedar tujuan klien tercapai, atau sebagai MC juga punya kepuasan batin dalam ngelakuin tugas-nya.

Terus terang, dulu gue juga sering merasa gak puas dengan hasil kerja beberapa kali, meskipun klien puas, audiens mengerti maksud acara-nya, tapi kenapa gue masih ngerasa kurang dan bilang ke diri gue “I Could have done this much better”

Normal aja punya pemikiran seperti itu, excellence tidak dibentuk dari satu dua kali pengalaman, tapi ada rasa ketidakpuasan yg konsisten dari setiap pekerjaan kita. Itu yg menjaga selera, standar kualitas dan positioning kita ada dimana.

Sedikit tentang definisi “Master of Ceremony” dari sebuah buku:

The Master of Ceremonies is responsible for ensuring that the program/event runs smoothly, runs on time and that all important people at the event are introduced in a complimentary, professional manner. Being a successful Master of Ceremonies requires, preparation, a friendly manner and ability to adjust to/ad lib as necessary to ensure a successful event

“It is an honor to be asked to be the master of ceremonies at a function. It means that you have a sense of humor, know how to project your voice, and

can handle audiences. It means that you have the gift of being able to “think on your feet” so that you can react quickly in an emergency. (An ‘emergency’ arises when the lead entertaining act has not arrived, when the main speaker falls ill and has to be taken home, or when the air-conditioning ceases to function and the microphones don’t work!).”

Letitia Baldrige’s Complete Guide to Executive Manners, Rawson Associates, New York, 1985.

Silahkan tentukan definisi masing-masing tentang menjadi seorang “Pembawa Acara” yg seperti apa yg diinginkan.

Berikut adalah beberapa poin persiapan, silahkan ditambahkan kalo ingin berbagi pengalaman bersama, karena pengalaman lah yg membuat seseorang jadi makmur, bukan kemakmuran itu sendiri.

Pra MC

1. Persiapan kunci besar dari sukses MC. Harus tahu banyak tentang audiens, karena semuanya hanya tentang audiens dan jalannya acara.

2. Analisa Audiens. Selalu buat daftar pertanyaan yang hendak ditanyakan, kirim by email ke EO atau list dibawa saat meeting

3. Kalau sudah banyak tanya tentang event dan audiensnya kita bisa tahu apa yang harus dilakuin dan yang harus dihindari.

4. Tiap audiens punya karakter  berbeda. Ada yg lively, pendiam, kritis, kaku, tidak kooperatif dan lainnya. Semua itu tantangan.

5. Tanya berapa banyak audiens, profil demografis, profesi, gender, usia, apa hot buttons (tabu). Lebih banyak tahu, lebih mantap!

6. Tahu Hot Buttons (hal tabu) itu penting, setiap perusahaan atau organisasi punya budaya dan value yang berbeda. MC harus respek itu

7. Tahu hal-hal yang bisa buat audiens tertawa dan senang itu penting. Supaya MC bisa lebih dekat dengan audiens dan bekerjasama untuk sukses acara.

8. Terpenting, MC harus punya empati terhadap audiens. Menjadi bagian dari mereka secara natural, buat mereka nyaman dan mau bekerjasama.

9. Riset dan perkaya wawasan tentang acara yang dibawakan via internet, buku, majalah dan sebagainya. Jadi MC tidak boleh terdengar dangkal dan kosong.

10. MC harus berisi. Tidak ada pihak yang percaya dan menyewa MC yang tidak tahu. Terdengar sok tau lebih baik dibanding tidak tahu.

11. Alokasi waktu untuk riset tentang perusahaan klien. Mereka akan sangat senang bila MC sudah tahu banyak. Tinggal dibuktikan di panggung.

12. Datang 30 mnt lebih awal untuk ngobrol santai dengan 2-3 orang audiens itu bantu banget. Pas tampil, saat yang lain kaku, 2-3 orang ini akan ramah.

13. Pertemuan pertama dengan orang baru itu tegang. Wajar, karena tidak saling kenal, makanya MC harus banyak riset dan kenalan di awal lebih agresif

14. Kalau baru mulai nge-MC, tulis saja semua kata yang mau diucapkan selengkap-lengkapnya di secarik kertas. Lalu mulailah baca dan edit.

15. Siapkan 4-5 jokes yang nyambung dengan acara untuk meruntuhkan tembok kekakuan sambil bikin suasana yang tegang jadi sedikit tanpa tekanan.

Segitu dulu 15 sharing points untuk fase Pra MC ,masih banyak lagi ke depan-nya.

Selamat melakukan persiapan!

Steny Agustaf

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *